Hal Yang Mungkin Terlupakan Di Dunia Maya

Dunia maya adalah bagian yang mungkin tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat modern sekarang ini. Bahkan sepertinya tidak ada yang tidak punya akun di sosial media seperti  facebook, twitter ataupun instagram. Youtube pun menjadi alternatif wajib untuk mencari berbagai video yang diperlukan atau pun yang tidak diperlukan. Bahkan televisi yang dulunya sebagai pusat hiburan dan informasi pun pelan-pelan sudah terpinggirkan.



Telepon genggam dengan internet  tentu sudah menjadi barang wajib. Bagaimana tidak? Hanya dalam satu genggaman, bahkan sambil rebahan, jempol pun bisa membawa kita berselancar untuk menemukan informasi dan melakukan apapun sesuai keinginan. Semua kemudahan itu tentu memanjakan namun juga bisa membahayakan. Karena penggunaan sosial media yang tidak sehat, dan dengan begitu banyaknya pemakai yang tidak bertanggung jawab bisa memicu kejahatan seperti penipuan bahkan cyber bullying. Bahkan tdak jarang, sosial media pun menjadi awal depresi dan permasalahan psikologi lainnya.

Maka dalam tulisan kali ini, saya mencoba memberikan beberapa pendapat mengenai hal ini. Bukan hal baru, tapi mungkin ini terlupakan di saat berselancar di dunia maya. Yuk, kita cek lagi, siapa tahu sedikit terlupakan..

Manajemen waktu

Untuk hal yang satu ini sering sekali menimbulkan penyangkalan. Sebagian orang merasa belum terlalu lama bermain hp. Namun, apakah memang begitu? Untuk contohnya saja, saat kita membuka instagram. Pada awalnya memang hanya cek stori, dilanjutkan dengan timeline, memberi komen dan like. Setelah itu mengecek video yang viral dan lanjut membaca komen. Itu baru melihat postingan orang lain. Belum lagi postingan sendiri, dimulai dengan pemilihan foto, edit dan menulis caption yang dirasa pas. Ini pun bukan perkara sebentar. Belum lagi bila menonton youtube misalnya. Satu video saja rata-rata 5-15 menit.

Untuk itu, cobalah sesekali dicek berapa lama pemakaian hp per hari untuk keperluan dunia maya ini.  Beberapa aplikasi bisa digunakan untuk mengetahui hal ini salah satu contohnya adalah family link. Bahkan aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengatur pemakaian gadget pada anak.

Setelah kita mengetahui track record penggunaan gadget ini, kita bisa menilai apakah dengan waktu segitu, sepadan dengan jatah 24 jam kita sehari. KIta juga bisa mengetahui berapa persen waktu yang ingin diluangkan untuk kebutuhan dunia maya ini ? Atau apakah kegiataan ini tidak mengganggu kewajiban yang lain? Setelah itu, semoga bisa menjadi guide agar tidak terlena dan kebablasan.

Pengendalian psikologi manusia

Kesenangan bersosial media mungkin diawali oleh hadirnya like dan komentar yang menyenangkan hati. Pujian yang berdatangan tentu meningkatkan mood dan menjadikannya selalu ada harapan untuk mendapatkan like dan komentar yang positif di setiap postingan. Akhirnya muncullah postingan yang hanya menghadirkan indah dan kesempurnaan saja. Bukan berhenti di sana saja, kita pun menjadi sering membandingkan diri dengan orang lain. Akhirnya, kita menjadi lupa bahwa kita terjebak sebagai pencari pengakuan.

Selain itu, konten yang dihadirkan di sosial media tidaklah selalu positif. Bahkan sangat banyak yang memancing emosi. Terkadang kita merasa seperti dibawa ke dalam roller coster.

Emosi pun naik turun hingga kita lupa bahwa kita terjebak di dalamnya seperti dunia mimpi yang menyesakkan dada. Akankah kita akan terjaga atau terus tenggelam di dalamnya?

Dunia maya tak ubahnya dunia nyata

Kehadiran dunia maya memang memudahkan. Kita tak perlu bertemu muka untuk bertegur sapa. Bahkan dengan para selebriti pun sudah sangat mudah untuk berkomunikasi. Tidak seperti dahulu yang harus berkirim surat untuk mendapatkan tanda tangan dan foto. Saat ini kita bisa stalking siapa saja dan berkomentar di setiap posting-annya.

Tapi inilah akhirnya yang membuat maraknya komentar yang asal nyablak bahkan cenderung kejam. Kekejaman para netizen sudah bukan hal yang baru lagi. Bahkan, panasnya kolom komentar bisa membuat depresi orang yang menjadi korbannya. Beberapa kali kita bisa menyaksikan berita yang tidak mengenakkan soal ini.

Saya sudah coba memikirkan hal ini dari lama soal mengapa orang-orang dengan mudahnya berkata yang tidak pantas di dunia maya. Dan menurut saya ini adalah karena dua poin utama yaitu mereka tidak mengenal saya dan mereka tidak melihat saya. Yaa... itu semua karena mereka ada di dunia maya. Dunia mimpi yang bisa kita keluar darinya ketika kita terjaga.

Tapi benarkah demikian? Jawabannya adalah tentu tidak. Dan inilah hal besar yang sering terlupakan..

Karena sesungguhnya dunia maya tak ubahnya dengan dunia nyata.

Kehadiran dunia maya memang bisa menghapus kehadiran fisik. Tapi konteksnya di sini tetaplah sama. Di saat kita berkomentar, yang kita lakukan tak ubahnya berkomentar pada seseorang di tengah masyarakat ramai. Bayangkan saja tempat ramai seperti di pasar.

Sebagai contohnya saja, apakah kita sanggup berkata kasar di saat orang lain memberikan tutorial yang dia harapkan membantu namun mungkin eksekusinya tidak sempurna misalnya. Jika di dunia maya mungkin muncul komentar seperti keahlian anak tk, tidak pantas ada di situ, kucing saya lebih baik daripada dia ataupun menghabiskan waktuku saja. 

Tapi ketika orang tersebut ada di hadapan kita, apakah kita masih sanggup berkomentar seperti itu? Bisakah kita membayangkan ekspresinya saat kita berkata kasar? Dan bagaimana kira-kira yang dipikirkan oleh orang-orang di sekitar yang menyaksikan. Tentu mereka akan berpikir kita aneh dan tidak sopan. Tentu kita pun akan malu bukan?

Begitulah adanya di dunia nyata dan seharusnya berlaku juga di dunia maya. Inilah yang mungkin sering kita lupakan.

Ketahuilah, ketika kita berani bicara kasar hanya karena kita tidak terlihat dan merasa aman di balik tembok yang tinggi, bukankah kita hanyalah bagian dari seorang pengecut?

Maka tetaplah terjaga walau kita berada di dunia maya. Dan mulai berinteraksi kembalilah dengan dunia nyata agar kita tidak lupa. Berkumpul dengan teman dan keluarga untuk berbicara dan tertawa bersama. Ataupun mungkin melakukan hobi yang dulu sempat tertunda.

Demikian posting-an kali ini, semoga kita semua tidak lupa untuk selalu sehat, baik di dunia maya ataupun nyata kita.. Dah..





 .













You Might Also Like

5 komentar

  1. Aku-pun demikian, selalu heran dengan orang-orang yang suka ninggalin komentar jahat di media sosial, terutama milik artis. Ntah maksudnya apa, mungkin juga cari perhatian tapi caranya sungguh amat salah 😠

    Jujur, manajemen waktu untuk surfing di media sosial itu sulit, juga memilih informasi. Makanya aku stop menggunakan media sosial sementara waktu ini 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..betul mba.. bukan cuma lidah, tapi jempol pun jg bisa menjadi harimaumu ya..


      Manajemen waktu emang sulit y mba.. untuk menulispun aku sulit buat nyari waktu..hiks..



      Hapus
    2. Iya, kalau sekarang lebih ke "jempolmu harimaumu" ya 😂

      Aku juga merasakannya! Kadang ada waktu tapi idenya nggak ada huahahah. Semangat ya kak!

      Hapus
  2. Manajemen waktu di social media itu emang susah banget. Bener kata mba, abis kita liat sesuatu di instagram misalnya nanti akan berlanjut terus sampai-sampai tak terasa udah 1 jam lebih aja hanya main socmed. Dan saya pun terjebak disini. Ingin rasanya bisa mengatur waktu dalam socmed tapi rasanya sulit sekali ya...

    BalasHapus
  3. medsos itu seakan godaan ya kak. kalo nggak bisa menyaring yang baik-baik, bisa-bisa jadi netizen yang nggak bijak. Aku sendiri kalo udah terlena mengexplore medsos bisa habis 15 menitan sih, itu aja udah membuang waktu buanget, haha.. Tapi kadang nemu ide buat bahan blogpost sih, jadi cari manfaatnya juga :D

    BalasHapus