Surat untuk suamiku..


Ayah..begitu kupanggil engkau..
Terasa lebih manis dan lembut bagiku..

Ayah..
Dalam surat ini aku ingin bercerita tentang perasaanku malam ini..

Pukul 19.43..dan qina sudah terlelap..
Tak begitu sulit ia tidur malam ini.. Cukup kuusap punggungnya..tapi jangan berhenti karena ia akan terbangun dan menarik tanganku kembali..

Aaah..seandainya engkau di sini ayah.. mungkin tanganmu akan kebagian tugas mengusap juga.. :)
Tapi tidak malam ini..
Karena malam ini dirimu masih berjuang di luar sana..di sana di seberang lautan
..

Dan aku? Aku di sini..di dalam rumah kita..menunggumu bersama buah hati kita dan penuh harap semoga pekerjaanmu lancar dan selalu dimudahkan Allah..

Ayah..aku istrimu dengan pekerjaan sederhananya sebagai ibu rumah tangga..
Inilah hariku.. mengurus rumah dan anak kita.. Terkadang aku internal meeting dulu dengan cucian pagi-pagi, membuat perencanaan dengan wajan dan talenan.. Tak ketinggalan job desk menyapu dan menyetrika..
Memang bukanlah tugas yang luar biasa..tapi memang tak semudah keliatannya..
Tapi satu inginku..
Aku bisa melaksanakan tugasku dengan sempurna..

Tapi kenyataannya..
Begitu banyak ketidaksempurnaanku..
Saat kau pulang, terkadang rumah masih berantakan..
Masakanku pun tak jarang yang tak enak..
Qina pun terkadang malas makan..tidak enakkah masakan bunda nak?

Ayah..
Aku istrimu yang begitu tak sempurna..hanya ingin minta maaf..
Seandainya..aku jauh dari inginmu..atau pun ada yang tidak menyenangkan hatimu..

Tapi..satu harapku..
Semoga aku selalu bisa menjadi rumah tempat kau kembali pulang..

Salam dari yang menyayangimu..selalu

Istri dan bunda anakmu..




You Might Also Like

0 comments