Mengisi Liburan Bersama Anak di Rumah

Tulisan ini sendiri sesungguhnya adalah tulisan yang tertunda sejak akhir tahun kemaren. Ide yang muncul karena liburan sekolah anak yang ternyata lumayan panjang, namun kita sekeluarga merasa sudah capek duluan memikirkan keramean dan kemacetan di luar sana. Belum lagi harga tiket atau pun akomodasi yang menjadi mahal karena peak season. Akhirnya, dengan hanya bermain di GoWet! pada awal liburan, kita pun menghabiskan sisanyanya di rumah saja. Tetapi, walaupun tidak kemana-mana, bukan berarti tidak seru ya. Berbagai kegiatan yang menyenangkan bisa dilakukan bersama anak, bahkan hal ini tentu bisa mendekatkan hubungan kita bersama anak.

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang saya dan Qina lakukan saat liburan kemaren.

ART AND CRAFT

Beberapa kegiatan seperti bebikinan, menggambar atau pun sekedar mewarnai tentu tidak jauh dari dunia anak-anak. Tapi melakukannya bersama dan memberikan pilihan tidak hanya sebatas kertas gambar tentu lebih menyenangkan bukan? Salah satu kegiatan kita saat itu adalah mewarnai miniatur rumah yang dulu pernah dibuat oleh kakak saya. Dan tadaaa...rumahnya pun terasa lebih menarik sekarang.



MEMASAK

Memasak memang salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Bahkan Qina sendiri katanya bercita-cita ingin menjadi koki. Beberapa kali kesempatan di saat saya sedang memasak, dia datang dan ingin ikut serta membantu. Jadi akhirnya saat liburan kemaren, saya mencoba beberapa menu yang memungkinkan Qina ikut serta lebih banyak. Salah satunya adalah membuat pizza. Selain memang menyukainya, proses memasaknya pun menyenangkan bagi anak-anak.


Selain pizza, kegiatan memasak lainnya yang bisa dicoba adalah membuat bakso, kukis, bola-bola coklat bahkan hanya sekedar mengocok telur pun sudah menyenangkan baginya. Jadi walaupun pekerjaan menjadi lambat namun mendapatkan hal yang menyenangkan di sana tentu tak kalah penting bukan?

BERKEBUN

Coba ingat masa kita kecil dulu, bermain tanah itu menyenangkan bukan? Tentu pada dasarnya hal itu tidak jauh berbeda dengan anak zaman sekarang. Hanya saja media dan kesempatannya yang sudah tidak sebanyak masa saya kecil dulu. Hal itu terbukti saat saya mengajak Qina berkebun. Bahkan taman yang tidak terlalu besar  itu pun, dengan semangat dibersihkan dari rumput liar. Selain itu dia pun semangat membantu menanam dan menyiram bunga.


BERMAIN SAMBIL BELAJAR

Beban akademik anak pada zaman sekarang memang relatif berat dibandingkan saat saya kecil dulu. Seperti Qina yang saat sekarang ini masih kelas dua SD tapi sudah dihadapkan pada perkalian, pembagian bahkan dengan soal cerita. Sedangkan saya dulu masih tidak jauh-jauh dari keluarga Ibu Budi. Tentu kenyataan pada saat sekarang ini tidak bisa dihindarkan. Yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan materi pelajaran itu dengan tetap mengedepankan konsep yang menyenangkan bukan tekanan agar si anak tidak stress.

Sehingga saat liburan kemaren, tetap diselipkan dengan kegiatan belajar yang tersembunyi di balik topeng bermain. Salah satunya adalah belajar tentang uang dengan bermain jual-beli. Konsep tentang uang kembalian masih sulit dipahami Qina saat itu, apalagi kalau hanya lewat media buku tulis. Tapi ketika dihadapkan dengan jual beli asli tapi palsu itu, pemahamannya tentu lebih mudah dicerna. bahkan permainan itu pun berakhir lama karena Qina tidak mau berhenti memainkannya.

DECLUTTERING

Decluttering saat liburan sebenarnya adalah waktu yang pas untuk dilakukan, karena tidak terpotong kegiatan antar jemput misalnya. Karena kegiatan ini butuh waktu yang panjang, bukan karena beberesnya tapi lebih kepada kegiatan memorinya alias menelusuri kenangan-kenangan pada barang-barang tersebut. Contohnya saat kemaren mengajak Qina untuk beberes meja dan buku-bukunya. Melihat buku-bukunya saat TK atau pun saat kelas 1 kemaren terasa sangat mengasyikkan. Bahkan gambar-gambarnya saat itu pun masih sangat lucu.

Kegiatan ini juga bisa menyenangkan loh. Qina pun semangat mengelap mejanya, menyapu dan menyusun bukunya kembali. Dan barang yang tidak diperlukan pun dipilah untuk dibuang. Memang bukan hal yang gampang untuk membuang sesuatu ya.. Bahkan dengan dalih sayang dibuang, dan akhirnya menumpuk tak berguna. Lama-lama, menjadi penuh dan berantakan bukan?



Akhirnya, setelah beberesnya selesai dan tertata rapi, Qina pun senang dan langsung menggunakan mejanya kembali. Padahal sebelumnya susah sekali untuk digunakan karena barangnya sudah menumpuk di sana.



Nah, demikianlah cerita liburan kita. Tak perlu kemana-mana untuk merasa senang. Cukup di sini, di rumah kita dan ciptakan kesenangan kita sendiri..

Enjoy your time..!!

You Might Also Like

0 comments