Pengalaman Mengatasi Dermatitis Seboroik dan Ketombe

Beberapa waktu yang lalu, saya berperang dengan permasalahan kulit kepala yang tidak kunjung selesai-selesai, yaitu dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik ini adalah peradangan pada kulit kepala yang tampak seperti ketombe. Namun tidak seperti ketombe biasa pada umumnya, seboroik ini bukan hanya pada kulit kepala, namun juga menyerang leher, telinga bahkan alis. Penampakannya pun tampak berbeda dengan ketombe biasa karena terasa lebih parah, bahkan bisa menjadi kemerahan dan timbul banyak penampakan ruam berbentuk bulat. 


Beberapa hal sudah dicoba, mulai dari mengganti shampoo dengan shampoo anti ketombe, menggunakan tonik, serta mencoba penggunaan berbagai cara alami seperti jeruk nipis dan lain-lain. Namun, tidak kunjung hilang, bahkan semakin menjadi-jadi. Padahal dulu biasanya shampoo anti ketombe cukup ampuh menghilangkan permasalaan serupa. 

Sampai akhirnya saya menemukan informasi di internet bahwa yang saya alami bukanlah ketombe biasa, melainkan dermatitis seboroik. Jadi, saya mulai mempelajari dan mencoba mengenalnya lebih dalam agar bisa mencari jalan keluar yang tepat. 

Dermatitis seboroik sekilas memang tampak seperti ketombe biasa, namun ini memiliki banyak perbedaan. Ketombe biasa tampak seperti serpihan putih yang sebagian orang mungkin menyebutnya dengan salju di rambut. Namun, seperti yang disampaikan di atas tadi, dermatitis seboroik tampak lebih tebal, berkerak bahkan meradang kemerahan dan menyerang bukan hanya di kulir kepala saja namun juga telinga, punggung dan bagian sekitarnya. 

Penyebabnya juga bermacam-macam, namun salah satu penyebab yang kemungkinan besar yang saya alami ini adalah karena pertumbuhan jamur Malassezia. Pada dasarnya, setiap orang memiliki jamur ini pada kulitnya. Namun, pertumbuhan jamur yang tidak terkendali inilah yang bisa menyebabkan munculnya permasalahan seperti seboroik ini. Selain itu, kondisi ini pun bisa meningkat karena imun yang sedang lemah dan pengaruh genetik atau turunan. Jadi, jika saya mengingat kembali, kakek saya pun mengalami permasalahan yang sama. Jadi keturunannya pun memiliki lebih besar kemungkinan memiliki permasalahan yang sama.

Mengatasi dermatitis seboroik

Setelah mengetetahui dalang permasalahannya yang perlu dilakukan adalah menghindari pertumbuhan jamur ini. Salah satu makanan jamur malassezia ini adalah minyak. jadi hindarilah produk berbasis minyak. Jika saya merunut kembali, permasalahan ini muncul setelah saya menggunakan minyak kemiri karena saat itu saya mengalami rambut rontok. Jadi, saya berasumi, bisa jadi pertumbuhan jamur yang tidak terkendali ini karena saya rutin memberikan mereka makanan. Akhirnya saya menghentikan penggunaan minyak kemiri ini. 

Setelah itu, saya juga menghidari pemakaian produk yang memiliki alkohol, karena alkohol dapat membuat kulit kepala kering dan meradang. Saya pun mulai melihat kandungan pada produk yang saya gunakan. ternyata alkohol ini terdapat pada produk tonik yang saya gunakan, sehingga saya pun menghentikan pemakaiannya

Setelah menghindari hal yang bisa memicu terjadinya dermatitis seboroik ini, selanjutnya yang paling penting adalah menggunakan produk yang tepat untuk menghilangkan dermatitis seboroik yang sudah terjadi ini. Saya pun mendapatkan anjuran di internet untuk menggunakan shampoo yang tepat yaitu selsun biru. Shampoo yang satu ini dikemas dalam botol yang memang berwarna biru dan penampakannya juga berwarna biru. Tampak berat untuk sebuah shampoo yang biasanya saya pakai. Bahkan disarankan untuk menggunakannya sekali seminggu dan di variasikan dengan selsun jenis lainnya. 

Seperti menemukan oasis di tengah gurun pasir, setelah pemakaian pertama, dermatitis seboroik saya pun hampir menghilang. Saya mencari-cari di area yang biasanya banyak peradangan, namun, hampir tak bersisa. Bahkan di area telinga dan bagian leher pun juga menghilang. Ini sungguh pengalaman “wow” yang sangat membahagiakan sekali. Saya pun langsung membeli selsun blue five yang aman dipakai setiap hari. Shampoo elsun blue five ini saya variasikan pemakaiannya dengan selsun blue yang memang hanya bisa dipakai sekali seminggu. 

Satu hal yang saya khawatirkan saat menggunakan shampoo seperti ini adalah rambut yang menjadi kering. Namun,ternyata tidak. rambut saya bahkan terasa lembut dan tidak mengembang seperti shampoo anti ketombe sebelumnya. Alhamdulillah, sungguh penemuan yang luar biasa bagi saya pribadi. Bahkan walaupun saat ini dermatits seboroik saya sudah menghilang,  saya masih menggunakan shampoo ini secara rutin. Mungkin setelah nanti selsun blue saya habis, bisa saya coba hanya menggunakan selsun blue five saja yang kandungannya lebih ringan. 

Demikianlah perjalanan saya mengatasi dermatitis seboroik. Semoga bisa membantu yang memiliki permasalahan yang sama ya. 

You Might Also Like

0 komentar