Belajar Congkak

Sudah datang minggu pertama di setiap bulannya, itu artinya 1minggu1cerita memberikan tema baru kepada para anggotanya sebagai ide untuk menulis blog mereka. Untuk kali ini tema yang diberikan adalah congkak. Menurut kbbi, congkak berarti merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dan sebagainya); sombong; pongah; angkuh. 


Walaupun secara kbbi arti congkak ini berkonotasi negatif, namun kata yang satu ini menjadi kata yang sangat akrab di komunitas 1minggu1cerita. Kata ini biasa digunakan sebagai ajang unjuk tulisan oleh para blogger yang ingin berbagi link tulisannya, sehingga orang lain semakin terbawa untuk membaca tulisannya. 

Ya, bisa dibilang ini sedikit bergeser dari konotasi sesungguhnya. Bagi saya sendiri, congkak ini bisa dilihat sebagai suatu keinginan untuk berbagi dengan yang lain tanpa harus didasari oleh kesombongan. Hal ini pun menjadi keseruan tersendiri bagi para member, karena diharapkan para member bisa menulis di setiap minggunya, namun kenyataannya itu tidak selalu mudah untuk dilakukan. Bahkan saya sendiri seringkali menjadikan kegiatan menulis menjadi 5 minggu 1 cerita. 

Namun bagi saya, bukan hanya menulis saja yang sulit, untuk congkak pun bukanlah suatu hal yang mudah. Ya, mungkin karena bawaan kepribadian yang memang pemalu dan tidak percaya diri, menunjukkan hasil tulisan kepada orang lain merupakan hal yang berat. Hal ini juga terjadi di beberapa teman yang saya kenal. Mereka yang sangat menyukai kegiatan menulis dan berbakat di bidang itu pun seringkali tidak melanjutkan kegiatan menulisnya karena sifat pemalu dan ketidakpercayaan diri tersebut. Sehingga saya menjadi iri melihat orang-orang yang bisa begitu luwes menunjukkan karya dan tulisannya, baik di komunitas maupun di media sosial.  

Jika dilihat lagi ke belakang, alasan saya menulis di blog itu adalah karena saya suka menulis dan bisa menulis secara bebas tanpa diketahui oleh banyak orang yang saya kenal. Jadi, bisa dibilang, saya bisa menulis diam-diam.  Saya merasa mereka yang membacanya tidak harus mengenal siapa saya. 

Namun, kenyataannya hal itu hanya berakhir menjadi tulisan yang tidak terbaca saja. Padahal, ketika tulisan itu bisa dibaca dan bermanfaat bagi orang lain, tentu akan memberikan nilai lebih pada tulisan dan penulisnya. 

Karena itulah saya berkeinginan untuk mulai sedikit demi sedikit belajar memberanikan diri untuk menunjukkan tulisan saya. Ya, bisa dibilang saya mulai belajar untuk congkak.

Bergabung di komunitas 1m1c

Hal pertama yang saya lakukan untuk belajar congkak ini adalah dengan bergabung di komunitas 1minggu1cerita. Melalui komunitas ini, saya bisa lebih berani menulis dan menunjukkan tulisannya.  Selain itu sistem setoran tulisannya dilakukan melalui website bukan di halaman pribadi kita, sehingga ini sedikit memberikan keberanian bagi mereka yang sedang belajar congkak. Sedikit demi sedikit  keberanian itu akan datang dan semakin menjadikan kegiatan tulis-menulis semakin menyenangkan. 

Congkak lewat media sosial

Media sosial seperti instagram, merupakan satu hal paling berat menurut saya untuk sekedar sharing link tulisan blog. Hal ini terasa lebih berat karena mereka yang mengikuti saya adalah mereka yang saya kenal secara langsung di dunia nyata. Untuk itu, cara pertama yang saya lakukan untuk belajar congkak ini adalah dengan menuliskan alamat blog di bio. Butuh beberapa waktu bagi saya untuk mulai memberikan sedikit promosi di story atau feed yang nantinya bisa dilihat di bio tadi. 

Namun, ternyata yang paling berat itu adalah langkah pertama. Saat kita sudah mulai berani mencoba satu kali, percobaan kedua terasa lebih ringan. Ya.. setelah mencoba ternyata saya baik-baik saja.. Maka, ayo coba sekali lagi..lagi..

Akhirnya, semoga dengan belajar congkak ini, tulisan saya tidak berakhir menjadi dunia saya sendiri tapi memberikan manfaat bagi orang lain.



You Might Also Like

0 comments